AHY: Terlalu Subjektif Dan Tendensius Soal Pernyataan Agum Gumelar

AHY: Terlalu Subjektif Dan Tendensius Soal Pernyataan Agum Gumelar – Komandan Komando Unit Pekerjaan Bersama dengan (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono terasa bingung dengan pengakuan Purnawirawan Jenderal TNI Agum Gumelar. Karena, Agum yang sekarang menjabat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu membuka kritiknya pada rekanan sama-sama militernya dahulu, Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) berkaitan supportnya pada Prabowo Subianto.

“Saya pun bingung kok Pak Agum Gumelar miliki statement itu. Saya fikir sangat subjektif serta tendensius,” kata AHY di Ulujami, Jakarta Selatan, Kamis (14/3).

Pria yang biasa dipanggil AHY itu meneruskan, sikap Agum Gumelar setiap periode Pemilu sering beralih. Contohnya pada tahun 2009 didapati saat Megawati serta Prabowo berpasangan menjadi peserta Pemilu 2009, serta 10 tahun awal mulanya waktu SBY menjabat, mesti didapati pun tempatnya.

“Apakah sikap beliau (dahulu) kita ingin tahu pun,” masukan ia.

Walau demikian, AHY tidak ingin pengakuan Agum jadi bola panas diperdebatkan publik serta menyebabkan polemis. AHY minta sebaiknya persoalan di waktu lantas jadi evaluasi serta perbaikan untuk bangsa Indonesia yang akan datang.

“Janganlah terjerat di waktu lantas yang belumlah pasti benar, tidak produktif, tidak bernilai. Jika kita terjerat di waktu lantas saja, kasihan rakyat. Kita bicara ini hari serta ke depan,” kata AHY.

Didapati, masukan Agum Gumelar dilandasi pada suport SBY pada Prabowo Subianto. Dalam satu video, Agum mengatakan Prabowo bersalah serta melanggar HAM dalam momen penculikan aktivis pada 1998.

Agum awalannya menuturkan tentang susunan anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang menyidangkan masalah penculikan. DKP di isi oleh perwira TNI bintang tiga. Termasuk juga di dalamnya Agum Gumelar serta Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY).

“Berjalanlah DKP, bekerjalah DKP, satu bulan lebih mengecek yang namanya Prabowo Subianto, check. Hasil dari kontrol mendalam, nyatanya didapatkan bukti bukti yang riil jika ia lakukan pelanggaran HAM yang berat,” jelas Agum dalam video itu.

DKP mereferensikan pada Panglima TNI waktu itu Wiranto untuk memberhentikan Prabowo dari dinas militer. Ketetapan itu menurut Agum di tandatangani oleh semua anggota DKP termasuk juga SBY.

Karena itu Agum terasa bingung dengan sikap SBY yang dahulu di tandatangani ketetapan DKP berkaitan pelanggaran HAM Prabowo, sekarang justru memberi suport pada Prabowo menjadi calon presiden di Pemilihan presiden 2019.