Home / Berita Umum / Belom Ada Yang Di Tetapkan Sebagai Tersangka Oleh Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto

Belom Ada Yang Di Tetapkan Sebagai Tersangka Oleh Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto

Belom Ada Yang Di Tetapkan Sebagai Tersangka Oleh Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto – Aric Saifuloh (17) tewas sesudah dibacok MIB (19) dalam satu perkelahian di Jembatan Summarecon, Kota Bekasi. Pembacokan dimulai perampasan telpon seluler oleh Aric serta kawannya IY (17). Lantas apa status hukum MIB dalam masalah ini?

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto menyampaikan pihaknya belum juga mengambil keputusan tersangka dalam masalah pembacokan itu. Polisi masih tetap mempelajari ke-2 masalah itu.

” Hingga saat ini belum juga (ada tersangka) karna kita pengin titel perkara, ” kata Indarto di Kota Bekasi, Sabtu (26/5/2018).

Saat ini status MIB masih tetap jadi saksi. Polisi juga akan memohon info paka pidana tentang masalah ini.

Sebab, ada dua masalah yg terkait dengan momen ini yaitu perampasan handphone yg disangka dijalankan Aric serta IY. Sesaat MIB dalam hal semacam ini menjaga handphone-nya serta dianya sendiri dari serangan celurit Aric.

” Untuk MIB, (saat sebelum) kita tingkatkan statusnya, kita mesti check paka pidana dahulu. karna hasil penyelidikan, tampak dia (MIB) tidak punya niat karenanya (membacok), karna dia dirampok serta dia melawan, ” tuturnya.

Polisi masih tetap mempelajari momen pembacokan MIB ini apakah termasuk juga dalam kelompok bela diri (overmaag). Jika dinilai jadi pembelaan sangat terpaksa, jadi masalah MIB tidak bisa dipidana.

” Tapi apakah bentuk perlawanannya itu dalam kelompok bela paksa? Paka pidana yg juga akan memastikan. Bila (masalah) ini masuk, bermakna ada argumen pemaaf (dimaafkan) jadi tidak dipidana. Dia benar-benar laksanakan itu tapi tidak bisa dipidanakan karna bela diri, ” tuturnya.

Sama perihal dengan juga IY. IY dalam masalah ini masih tetap jadi saksi, sesaat polisi mengadakan dua masalah yg sama-sama terkait itu.

” IY juga saksi. Tapi ini tengah di gelar perkarakan dengan kasat serse, apakah IY layak jadikan tersangka masalah 365 (pencurian dengan kekerasan), itu pidananya diatas 10 th., ” terangnya.

Indarto juga buka rekam jejak IY. IY terlebih dahulu sempat bermasalah dengan hukum.

Jadi udah kami susuri, benar-benar latar belakang dari saudara IY yaitu pemeran curas. IY saat ini luka kronis, ” katanya.

Ia katakan, IY sempat ditahan polisi pada Maret 2018 saat kemarin. Indarto mengatakan IY ikut serta tindakan begal.

” Pada bln. Maret itu sempat ditahan oleh anggota kami karna laksanakan perampokan satu motor serta satu handphone. Bahkan juga dalam pengakuannya dia sudah laksanakan sekian kali curas juga, tapi saat itu dia (IY) sangat terpaksa ditangguhkan karna korban-korbannya ini belum juga ketemu. Jadi benar-benar pemeran curas si IY ini, ” tutur Indarto.

Kasus ini bermula dari ada laporan ke Polsek Bekasi Utara tentang ada momen pembacokan pada Aric serta IY, yg disebut-sebut berlangsung dimuka Kampus Bhayangkara Jalan Raya Perjuangan, Bekasi Utara pada Rabu (23/5) awal hari saat kemarin. Versus keduanya menuturkan kalau mereka korban begal.

Namun di kala berbarengan, MIB serta kawannya AR memberikan laporan peristiwa pembacokan itu ke Polres Metro Bekasi Kota. Diakuinya sudah membacok Aric serta IY karna terlebih dahulu dia ditodong celurit serta diperintah menyerahkan handphone, di Jembatan Summarecon, Rabu (23/5). Versus MIB, Aric serta IY menyerang lebih dulu.

Polisi sudah merekonstruksi peristiwa itu. IY selanjutnya menyadari sudah laksanakan perampasan handphone yg berbuntut pada momen pembacokan itu. IY juga menyadari kalau celurit itu punya Aric.

About admin

Poker Online