Berikut Puisi Fadli Zon

Berikut Puisi Fadli Zon – Team Kampanye Daerah (TKD) Jawa timur untuk pemenangan Jokowi-KH Maruf Amin menyebutkan puisi Fadli Zon membuat masyarakat NU alias Nahdliyin, semakin bundar memberi dukungan pasangan nomer urut 01.

Ketua TKD Jawa timur Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin memandang, puisi Fadli Zon jadi disinsentif elektoral yang begitu berarti buat tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Sampai kini kan jika disurvei, masyarakat NU di Jawa timur ke pasangan 01 telah seputar 76 %. Ke 02 14 %. Bekasnya swing voters. Nah dengan puisi yang menyentuh ulama NU itu, Nahdliyin yang telah ke 01 akan semakin mantap pilihannya. Yang masih tetap 02 serta swing voters akan merapat ke 01,” tutur Ketua TKD Jawa timur Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin waktu dihubungi, Jumat (8/9/2019).

Menurut Machfud, puisi Fadli Zon dipandang kelompok kiai serta santri NU sudah menyentuh KH Maimoen Zubair. Ditambah lagi, Mbah Moen, sapaan akrab kiai asal Rembang itu, diketahui menjadi ulama sepuh yang begitu punya pengaruh serta jadi referensi masyarakat NU.

“Kan tempo hari itu saya keliling Madura, sowan ke banyak kiai, pesantren serta komune santri. Dari sana banyak yang tersinggung ya dengan puisi ‘Doa yang Ditukar’ karya Pak Fadli. Nah di Madura sendiri kan awal mulanya itu jadi salah satunya basis Pak Prabowo, dengan puisi Pak Fadli itu masyarakat NU disana tersinggung serta dapat berubah ke Jokowi-Maruf,” tutur Machfud.

“Itu ada kalimat ‘direvisi sang bandar’, begitu melukai hati ulama,” tambah Machfud.

Bahkan juga, Machfud menyamai puisi Fadli sama dengan pengakuan Fahri Hamzah mendekati Pemilihan presiden 2014 yang menyebutkan Jokowi sinting sebab merencanakan mengambil keputusan terdapatnya Hari Santri Nasional.

“Jadi ini seperti peristiwa terulang lagi. Dahulu 2014 Pak Fahri menyebutkan Pak Jokowi sinting sebab ingin ada Hari Santri Nasional. Itu membuat juta-an santri yang awal mulanya belumlah memastikan pilihan pada akhirnya milih Pak Jokowi. Nah saat ini ada masalah puisi Fadli Zon. Saling menyakiti santri,” tutur bekas Kapolda Jawa timur itu.

“Ini cukup tragis ya, Pak Fadli menjadi orang yang dikatakan sebagai lingkaran paling dekat Pak Prabowo malah justru lakukan langkah yang merugikan bosnya,” pungkasnya.

Beberapa waktu paling akhir ini ada kontroversi berkaitan puisi Fadli Zon yang ditulis selesai KH Maimoen Zubair turut menyebutkan nama Prabowo dalam doanya, sebelum lalu ditekankan jika pengasuh Pondok pesantren Sarang Rembang itu cuma memberi dukungan Jokowi. Tersebut puisi Fadli Zon:

DOA YANG DITUKAR

doa sakral
seenaknya kau begal
disulam tambal
tidak miliki kepribadian
agama diobral
doa sakral

mengapa kau ganti
direvisi sang bandar
dibisiki kacung makelar
skenario amburadul bubar
pertunjukan dagelan vulgar

doa yang diganti
bukan doa otentik
produk rezim intrik
penuh beberapa cara curang
kau penguasa tengik