Di Padang Ada Warung Makan Bernama Warung ‘Neraka’

Di Padang Ada Warung Makan Bernama Warung ‘Neraka’ – Pemerintah Kota (Pemkot) Padang merencanakan menertibkan tempat makan dengan nama serta menu makanan memiliki kandungan beberapa kata mengerikan, seperti Neraka, Setan serta Dajjal. Satu diantara yang memakai nama neraka ialah satu warung mie yang ada di lokasi Andaleh, Kecamatan Padang Timur Kota Padang.

Si pemilik cafe jual menu makanan yang dinamakan ‘Mie Narako’ atau mie neraka. Sebab keunikannya, mie ini sudah sempat viral di dunia maya.

Untuk dapat nikmati satu porsi mie di sini, pengunjung harus antre panjang, sebab jumlahnya peminat. Walau sebenarnya, tempatnya jauh dari tepi jalan serta ada di gang sempit.

Pemilik warung ‘Mie Narako’ Aulia menjelaskan ‘Mie Narako’ menyediakan kuliner bercita rasa pedas. Inspirasi pemakaian nama neraka supaya cepat diketahui atau viral di sosial media.

“Inspirasi ini ada sebab ingin usaha yang praktis. Kita berpikiran membuat mie pedas yang dapat dijangkau. Nama Narako kita mengambil supaya kita bisa viralnya. Alhamdulillah banyak yang tertarik,” kata Aulia, waktu didapati wartawan, Kamis (18/7/2019).

sudah sempat berkunjung ke tempat ini serta lihat panjangnya antrean pengunjung. Aulia menjelaskan, pada sebuah hari upayanya dapat habiskan 100 dus dalam satu hari.

“Kita dapat butuhkan 100 dus mie dalam satu hari,” jelas Aulia.

Sesuai dengan namanya, ‘Mie Api Narako’ termasuk panas saat disantap sebab karena sangat pedasnya. Level pedas yang digunakan memvisualisasikan level panas api neraka.

Aulia membagi menu-menu pedas di warung ‘Mie Api Narako’. Ada ‘Mie Narako Well’, ‘Mie Narako Jahanam serta Jahanam Plus’, dan ada ‘Mie Narako Larva’.

Salah seseorang pengunjung bernama Ari menjelaskan hampir tiap ari hadir ke warung ‘Mie Api Narako’. Umumnya ia pesan menu level 8.

“Saya setiap hari hadir kesini. Terkadang dapat (yang) level 7 atau level 8. Lebih pedas, tetapi enak. Di sini enak. Ramai, dapat bertemu rekan,” kata Ari.

“Mienya lebih lembut, terus lebih kremes. Harga murah, harga kantong mahasiswa lah. Saya cuma mampu level Well, tidak dapat begitu pedas,” tutur Resya memberikan tambahan.

‘Mie Api Narako’ dibuat oleh tiga orang saudara sepupu. Penamaan ‘Api Narako’ sendiri cuma hanya untuk bikin usaha dapat cepat viral.

Kemampuan media sosial membuat usaha mie ini jadi cepat diketahui beberapa anak muda. Tiap minggu, omset usaha ini dapat sampai Rp 45 juta. Aulia serta dua saudaranya merencanakan akan mengembangkan sayap upayanya ke Jabodetabek serta buka kesempatan franchise.

Awalnya, Pemerintah Kota Padang merencanakan menertibkan usaha-usaha seperti Mie Narako. Tidak hanya tidak sesuai tradisi istiadat di Ranah Minang yang berdasarkan Tradisi Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah atau ABS-SBK, pemakaian beberapa nama itu bisa berefek pada keimanan generasi muda.

“Semenjak sekian waktu terakhir banyak muncul banyak cafe serta tempat makan yang memakai nama serta menu makanan mengerikan itu. Kita tertibkan itu,” kata Kepala Satpol PP Kota Padang, Al Amin.