Home / Uncategorized / Diduga Edarkan Sabu, Driver Ojek Online Wanita Diringkus Polisi

Diduga Edarkan Sabu, Driver Ojek Online Wanita Diringkus Polisi

Diduga Edarkan Sabu, Driver Ojek Online Wanita Diringkus Polisi – Empat orang terduga pengedar sabu diringkus petugas BNN Kalimantan Timur, di Samarinda. Salah satunya wanita yang berprofesi jadi driver ojek on-line wanita, serta seseorang sekali lagi anggota Polres Kutai Timur berpangkat Brigadir. Mereka di tangkap dengan tanda bukti 50, 05 gr sabu. Keempatnya meringkuk di penjara BNN.

Info didapat, ke-4 terduga pengedar itu diringkus Sabtu (27/1) sore, sekitaran jam 16. 30 Wita di Jalan Arif Rahman Hakim. Terlebih dulu, petugas BNN mengendus gagasan transaksi sabu di Samarinda.

Ke-4 orang Anita Anggreani (28) , Santi Astuti (27) serta Surya Saputra. Sedang Brigadir Dimas Dermawan, di ketahui jadi anggota Polres Kutai Timur.

” Sesudah kita pantau, kita buntuti, mereka ini kita tangkap waktu transaksi, ” kata Kepala BNN Propinsi Kalimantan Timur Brigjen Pol Raja Haryono, dalam info resmi di kantornya, Jalan Rapak Indah, Samarinda, Senin (29/1) .

Dari interogasi serta penyidikan, Brigadir DD miliki peranan sentral. Dia disangka jadi pengendali peredaran sabu di Samarinda walau ada di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.

” DD (Dimas Dermawan) ini oknum anggota penegak hukum. Barang itu di Samarinda. Yang menggerakkan yaitu orang luar Samarinda (Bontang serta Sangatta) , jadi pengendali dari Sangatta. Pembelinya, dari Samarinda, ” tutur Haryono.

Peranan 4 orang yang di tangkap memanglah berpenampilan rapi jadi trick mengelabui petugas. ” Kita telah koordinasikan ke satuannya (masalah penangkapan Dimas Dermawan) . Sesuai sama amanat Undang-undang, bahkan juga Kapolri sendiri, tak ada perlakuan spesial buat yang berkaitan, ” tegasnya.

Sesaat, peranan driver ojek on-line dalam masalah ini, bukan sekedar jadi terduga kurir, tetapi sisi dari jaringan peredaran sabu. ” Empat orang ini jaringan antarkota Samarinda, Bontang serta Sangatta. Modusnya, memakai pakaian seragam ojek on-line, ” ungkap Haryono.

Dijerat Undang-undang No 35/2009 Mengenai Narkotika, ke-4 orang itu saat ini meringkuk di penjara BNN. ” Masalah itu saat ini masih tetap kita kembangkan, ” kata Haryono.

About admin

Poker Online