Dua Santri di Pesantren Bandung Positif Terjangkit Virus Difteri

Dua Santri di Pesantren Bandung Positif Terjangkit Virus Difteri – Dua santri di salah satunya pesantren di Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, positif terjangkit virus difteri. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung langsung menyembuhkan semua penghuni pondok pesantren itu.

Kadinkes Kabupaten Bandung Grace Mediana mengutarakan pihaknya mendapatkan laporan peristiwa dua santri wanita terkena difteri pada Agustus 2018. “Santri berinisial R (16) merintih sakit tenggorokan, dibawa ke dokter swasta, selalu ke rumah sakit daerah. Disangka suspect lantas dirujuk ke RSHS Bandung serta dinyatakan positif difteri,” kata Grace pada wartawan di kantor Dinkes Kabupaten Bandung, Jumat (24/8/2018).

Santri yang lain, inisial S (16), rasakan tanda-tanda sama. Demikian di ketahui positif, petugas di lapangan langsung turun menyembuhkan santri yang lain yang berada di pesantren itu.

“Memberi penyembuhan untuk akan memutus mata rantai virus itu agar tidak meluas, diantaranya lewat cara diisolasi,” katanya.

Menurut Grace, semua penghuni pondok pesantren harus ikuti saran dari dokter yakni minum obat hingga bakterinya mati. Tidak cuma santri, keluarga santri yang positif terkena virus itu juga dikasihkan antibiotik

“Tidak diisolasi, saat ini aman. Kami masih memantau, karenanya ada posko demikian ada aduan cepat ditanggulangi. Kami juga memberi surat edaran ke puskesmas di semua kecamatan, walau Kabupaten Bandung tidak masuk ORI (outbreak response immunization),” katanya.

Usaha Dinkes Kabupaten Bandung menahan penyebaran virus difteri yakni menyembuhkan santri yang menempati satu kobong (ruang), banyaknya 42 orang. Kemudian santri yang lain memperoleh penyembuhan yang sama.

“Kan yang kontak langsung satu kobang. Selalu semua penghuni pondok pesantren dikasih penyembuhan untuk akan memutus mata rantai, ada sekitar 268 orang santri serta pengelola pesantren,” tutur Grace.

Dia menuturkan keadaan paling akhir dua santri yang terkena virus difteri masih juga dalam perlakuan di RSHS. “Untuk sekarang ini karena telah tuntas inkubasinya, keadaan santri yang lain sehat. Kita menanti satu Minggu (ke depan) untuk kewaspadaan. Kita masih siaga,” tuturnya.

Dinkes Kabupaten Bandung mengimbau pada penduduk yang alami sakit menelan serta tenggorokan dibarengi demam supaya ke dokter. “Selekasnya berobat ke puskesmas, untuk memberi ketahanan badan konsumsilah makanan yang bergizi, dan ada pelindung diri dari debu dan lain-lain. Juga bersihkan tangan dengan sabun sebelum makan,” papar Grace.