Jelang Idul Adha, Pedagang Besek Di Garut Kebanjiran Rejeki

Jelang Idul Adha, Pedagang Besek Di Garut Kebanjiran Rejeki – Pedagang besek di Pasar Guntur Ciawitali Garut kebanjiran order mendekati Hari Raya Idul Adha 2019. Tetapi mereka mengerang sebab suplai besek dari perajin yg minim.

Wadah terbuat dari anyaman bambu itu banyak di jual di Pasar Guntur Ciawitali, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Besek dipakai untuk tempat menyimpan daging hewan kurban.

Salah satunya pedagang yg jual besek adalah Wati Herwati (57). “Bila pesanan saat Idul Adha bertambah, sebab saat ini panitia hewan kurban umumnya gunakan besek,” tutur Wati pada wartawan di lapak dagangnya, Selasa (6/8/2019).

Wati biasa jual besek seharga Rp 13-15 ribu per lima pasang besek. Harga ditetapkan dari banyak besek yg dibeli.

“Sebab banyak yg beli, jadi persediaan beberapa waktu paling akhir saya banyakin. Tidak cuman buat kurban, ada pula yg beli buat hajatan,” kata Wati.

Banyak pesanan besek itu nyata-nyatanya tidak bawa banyak keuntungan untuk beberapa pedagang. Masalahnya meskipun pesanan menumpuk, suplai besek dari beberapa perajin benar-benar minim.

Menurutnya, hal semacam itu berlangsung sebab beberapa perajin lebih menentukan memasok besek ke beberapa pasar di luar kota seperti Bandung serta Jakarta. “Saat ini suplai lumayan sulit sebab bahan baku besek terdiri sama buat buat bungkus ketupat serta tandur,” tutur Wati.

Pesanan besek diantisipasi pedagang akan teruslah bertambah sampai H-1 Idul Adha waktu depan. Beberapa pedagang saat ini tengah cari sumber suplai besek lain biar kepentingan pesanan bisa tercukupi.