Keseluruhan Proses Dan Hasil Pemilu Bisa Kehilangan Legitimasi Jika KPU Tak Bangun Kepercayaan Publik

Keseluruhan Proses Dan Hasil Pemilu Bisa Kehilangan Legitimasi Jika KPU Tak Bangun Kepercayaan Publik – Bekas Komisioner Komisi Penentuan Umum (KPU) RI Sigit Terakhir menjelaskan, tidak percaya penduduk pada hasil Pemilu dapat mengakibatkan satu perseteruan. Oleh karenanya, KPU mesti menaburkan bubuk keyakinan semenjak awal pada penduduk.

“Tidak percaya pada hasil Pemilu lebih jauh dapat juga membuahkan kekuatan perseteruan, baik antar penyelenggara Pemilu ataupun peserta. Oleh karenanya, keyakinan pada penyelenggara Pemilu ini mesti dipupuk terus-terusan. Mengacu ke belakang, sebetulnya penyelenggara Pemilu ini mempunyai deposito keyakinan yang baik saat baru dilantik,” kata Sigit di Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Selasa (8/1).

Menurut dia, bangun keyakinan publik pada Pemilu sangat terpenting. Hal tersebut sebab berkaitan dengan legitimasi proses elektoral yang tengah berjalan sekarang ini. Sebab, saat keyakinan publik tidak tinggi, jadi beberapa berbagai perihal dapat berlangsung.

“Keseluruhnya proses serta hasil Pemilu dapat kehilangan legitimasi walau proses serta hasil Pemilu itu sebetulnya tidak ada yang memiliki masalah, tetapi sebab orang tidak yakin proses serta hasil Pemilu ini lalu berupaya dikonstruksi jadi suatu yang memiliki masalah,” katanya.

Ia juga mengutarakan, keyakinan publik pada KPU serta Bawaslu pada tahun 2017 sangat tinggi sampai angka 80 %. Hal tersebut dia jelaskan berdasar pada hasil survey instansi Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

“Survey SMRC pada Mei 2017 itu keyakinan pada penyelenggara pemilu itu sampai 80 %. Angka itu tinggi sekali jika kita lihat catatan mengenai bagaimana publik lihat penyelenggara Pemilu. Di Pemilu 2009 keyakinan publik lebih rendah, dibawah 70 %. Ini deposito yang baik,” katanya.

“Tetapi jika kita mengacu survey LSI serta ICW, Desember 2018, keyakinan publik dibawah 70 %, Bawaslu 69 (%), KPU 68 (%), turun 10 %. Ini pasti jadi peringatan buat kita semua untuk introspeksi apakah yang tengah berlangsung. Mengapa publik tingkat kepercayaannya alami penurunan, ini jadi bahan penyelengara pemilu merefleksi,” sambungnya.

Awal mulanya, netralitas KPU jadi sorotan. Sesudah menggagalkan pemaparan visi misi Capres-Cawapres, KPU pun memberi bocoran masalah debat capresperdana pada 17 Januari kelak. Perihal ini membuat tim Prabowo-Sandiaga berprasangka buruk dengan KPU.