Home / Berita Umum / Membutuhkan Sumbangan,Kakak Beradik Ini Derita Hidrosefalus

Membutuhkan Sumbangan,Kakak Beradik Ini Derita Hidrosefalus

Membutuhkan Sumbangan,Kakak Beradik Ini Derita Hidrosefalus – Kakak beradik masyarakat Dusun Rejosari, Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Bantul, DI Yogyakarta, menanggung derita hidrosefalus. Dua anak ini memerlukan pertolongan karena telah jadi anak yatim.

Kedua-duanya yaitu Ahmad Yuandi Nurrova (10), serta Riza Gionino (6), anak ke-3 serta ke empat Sumini (40). Ahmad serta Riza, demikian mereka sering dipanggil, menanggung derita hidrosefalus semenjak lahir. Ahmad di ketahui terserang hidrosefalus waktu berumur 35 hari. Sesaat Riza di ketahui menanggung derita penyakit yang sama semenjak lahir.

Penyembuhan pada mereka berdua berhenti ketika suami Sumini, Wagiran, wafat karena kecelakaan kerja tahun 2016 kemarin. Sumini lalu jadi kepala keluarga serta seseorang diri mengatur anak-anaknya.

Sumini mempunyai lima orang anak. Pertama Kelik Mustofa yang baru saja ini sukses menamatkan pendidikan SMK. Ke-2 Anggit Wahyu yang sekarang mencapai kelas 9 SMP, ke-3 Ahmad, ke empat Riza, paling akhir Shiva yang masih tetap PAUD.

Dari ke lima anaknya, cuma Ahmad serta Riza yang menanggung derita hidrosefalus atau penimbunan cairan didalam otak. Ke-2 anaknya itu sekarang sehari-hari cuma dapat memakan waktu dengan terbaring ditempat tidur.

” Iya (Ahmad serta Riza cuma) didalam rumah saja, ” kata Sumini pada wartawan di tempat tinggalnya, Selasa (4/9/2018).

Sumini sehari-harinya bekerja menjadi penjahit. Itu juga jika dia mendapatkan order dari tetangga seputar. Hasil kerjanya juga tidak berapa, cuma cukuplah untuk memenuhi keperluan keseharian.

” Karena kewalahan saya tidak dapat mengantar (Ahmad serta Riza) therapy atau kontrol. Ya ingin sich mas (kedua-duanya pulih), tetapi karena saya tidak miliki cost, karena saya juga ribet, suami telah wafat, ” katanya.

Sesaat Bupati Bantul Suharsono janji akan menolong ke-2 anak pasien hidrosefalus itu. Tidak cuma itu, dia juga janji akan berusaha menolong anak Sumini yang masih tetap mengenyam bangku sekolah.

” Ibu ini tidak miliki suami. Suaminya wafat tiga tahun waktu lalu karena kecelakaan kerja, lalu ibunya kerja penjahit, yang sakit hidrosefalus dua anak dari lima anaknya, ” katanya.

” Saya begitu trenyuh. Prinsip saya hidup itu apabila ini saya, pada saat yang alami itu saya, demikian susahnya. Menghidupi anak, suami tidak ada, karena itu saya tergugah untuk terjun langsung lihat, ” lanjutnya.

Suharsono memang meluangkan diri menjenguk Ahmad serta Riza di Terong. Dalam kunjungan itu ada juga Kadis Sosial serta P3A Bantul Edi Susanto, serta Kepala Dinkes Bantul Maya Shintowati.

” Barusan (Sumini) telah saya berikan input, saya berikan arahan, serta bagaimanapun itu ialah orangrtua pada anak mesti dicintai dan lain-lain. Semua telah kehendak Allah, menjadi (Sumini) mesti diarahkan, ” tuturnya.

About admin

Poker Online