Pelanggaran Gunakan GPS Saat Berkendara Akan Di Denda Rp 750 Ribu

Pelanggaran Gunakan GPS Saat Berkendara Akan Di Denda Rp 750 Ribu – Polisi menyatakan jika pemakaian global positioning sistem (GPS) waktu berkendara bisa mengganggu konsentrasi. Pelanggaran pada ketentuan itu bisa didenda optimal Rp 750 ribu.

“Iya sama pendapat, pemakaian GPS mengganggu konsentrasi,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Herman Ruswandi, Jumat (8/2/2019).

Herman menyebutkan pemakaian GPS waktu berkendara bisa dipakai sangsi hukuman kurungan penjara ataupun denda. Ketentuan itu disebutnya telah tertuang dalam Masalah 283 mengenai jalan raya serta angkutan jalan.

Benar (pemakaian GPS bisa dipakai ragu). Berada di Masalah 283,” papar Herman.

Ketentuan yang disebut adalah UU Nomer 22 Tahun 2009 Masalah 106 Ayat 1 junto Masalah 283 mengenai Lantas Lintas serta Angkutan Jalan. Dalam Masalah 106 ayat 1 mengatakan jika ‘setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan harus mengemudikan kendaraannya dengan lumrah serta penuh konsentrasi’.

Sedang Masalah 283 menuturkan jika ‘orang yang melanggar masalah 106 ayat 1 dapat dipidana dengan pidana kurungan sangat lama tiga bulan atau denda sangat banyak Rp 750.000.’

Awal mulanya, MK menyatakan mengemudi sekalian lihat GPS di HP diancam pidana penjara atau tilang. MK berasumsi pemakaian GPS waktu mengemudi dapat membuat konsentrasi pengemudi terganggu.

“Sama dengan ketetapan teratur berlalu lintas dalam UU 22/2009, contohnya rambu jalan raya, bangunan, sinar, serta yang lain. Konsentrasi pengemudi tidak bisa terganggu sebab memakai aplikasi GPS dalam handphone saat berkendara sebab akan mengakibatkan menyusutnya perhatian serta konsentrasi pengemudi yang bisa berefek pada kecelakaan jalan raya,” kata Ketua MK Anwar Usman dalam salinan putusan di web MK, yang diketok pada Rabu (30/1/2019).