PN Makassar Vonis Bebas Terdakwa Bandar Narkoba Dengan Dalih Tak Punyai Cukup Bukti

PN Makassar Vonis Bebas Terdakwa Bandar Narkoba Dengan Dalih Tak Punyai Cukup Bukti – Pada sidang putusan masalah kepemilikan sabu seberat 3,5 kg di Pengadilan Negeri Makassar, Selasa lantas, (8/2), terdakwa bandar narkoba Syamsul Rijal alias Kijang (32) divonis bebas.

Putusan majelis hakim yang diketuai Rika Mona ini tambah lebih mudah dari tuntutan jaksa awal mulanya yaitu 6 tahun penjara. Walau sebenarnya, aparat Direktorat Narkoba Polda Sulsel yang tangkap Masyarakat Kabupaten Pinrang di Pulau Nyamuk Kalimantan Utara itu menyebutkan Kijang menjadi salah satunya bandar besar.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Bambang SH yang di konfirmasi Selasa malam hari ini, (12/2) menuturkan, Ketua majelis hakim, Rika Mona serta dua hakim anggota, Cening Budiana serta Aris Gunawan akan memutuskan dengan pertimbangan bukti persidangan.

“Utamanya memang sebab kurang bukti yang dapat memberikan keyakinan hingga divonis bebas,” kata Bambang.

Lebih jauh diterangkan, hakim memandang saksi-saksi yang didatangkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak ada yang memberatkan terdakwa dalam persidangan.

Dalam bukti persidangan, kata Bambang, ada dua saksi yang didatangkan jaksa malah yang mencabut keterangannya tentang terdakwa Kijang pemilik tanda bukti sabu seberat 3,5 kg itu.

Bambang memberikan, walau demikian majelis hakim tidak seutuhnya memercayai info serta pengakuan saksi. Akan tetapi sampai akhir persidangan, jaksa penuntut tidak bisa menunjukkan tanda bukti sabu itu punya terdakwa.

“Jika hakim akan memutuskan, tentu ada buktinya. Bandar lho itu jika menurut vs polisi. Kita tidak tahu benar apakah tidak, itu kewenangannya (polisi). Paling akhir jaksanya kemukakan kasasi,” kata Bambang kembali.

Sesudah vonis bebas itu, majelis hakim memerintah terdakwa dikeluarkan dari tahanan. Tetapi kata Bambang, masalah sudah dikeluarkan atau belumlah, itu kewenangan jaksa.

Selain itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) masalah ini, Andi Hariani Gali waktu di konfirmasi terpisah membetulkan tentang vonis bebas terdakwa Kijang, bandar narkoba yang lepas dari pantauan mass media itu di Pengadilan Negeri Makassar, empat hari kemarin itu.

“Iya, hakim akan memutuskan vonis bebas. Awal mulanya saya tuntut pidana penjara 6 tahun. Kami telah kemukakan kasasi. Jika dari pasal-pasal yang disangkakan sendiri, masalah 112, 113, 114 (UU Narkoba No 35/2009), intimidasi hukumannya dapat hukuman mati, seumur hidup, 20 tahun penjara, 15 tahun, 10, 5 serta 1 tahun,” katanya.

Seirama dengan Humas PN Makassar, Andi Hariani Gali pun menjelaskan, vonis bebas oleh hakim itu sebab di persidangan, faktanya jika semua saksi-saksi yang adalah terpidana lainnya di masalah yang sama itu menarik keterangannya.

Hariani menuturkan, pemilik sabu itu sebetulnya ialah Puang Salihi yang diamankan bersama dengan saksi-saksi ini oleh deretan Polres Pinrang. Waktu mereka ditahan pada proses penyidikan, Puang Salihi ini merayu beberapa saksi kira-kira 6 orang itu untuk menunjuk Kijang pemilik sabu dengan iming-iming akan dibantu kelak dalam proses persidangan serta semua cost hidupnya serta keluarganya akan dijamin oleh Puang Salihi saat mereka lakoni hukuman. Polisi lalu melepas Puang Salihi serta mengincar Kijang.

Tetapi waktu mulai proses persidangan di Pinrang, Puang Salihi ini belum pernah kembali muncul. Janji-janjinya tidak dipenuhi. Beberapa terpidana yang jadi saksi di masalah Kijang ini juga menyesal serta mencabut keterangannya serta mengatakan bukan Kijang pemilik sabu itu tetapi Puang Salihi.

“Serta satu kembali, sebetulnya Kijang ini tidak diamankan oleh pihak Polda Sulsel tetapi menyerahkan diri. demikian dalam bukti persidangan,” kata Hariani menuturkan bukti persidangan.

Kijang Edarkan Narkoba Bersama dengan 2 Polisi

Seperti dikabarkan awal mulanya dalam jumpa wartawan, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani bersama dengan Direktur Direktorat Narkoba Polda Sulsel Kombes Hermawan pada Kamis 24 Mei 2018 lantas, menuturkan, Syamsul Rijal (32) alias Kijang diamankan 20 Mei 2018 di Pulau Nyamuk, Desa Bambanga, Kecamatan Sabati, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.

Kijang yang beralamat di Jalan Bintang, Kelurahan Pacongang, Kecamatan Watang Sawito, Kabupaten Pinrang ini dikatakan DPO oleh Polres Pinrang semenjak April 2016 sukses dibekuk oleh deretan direktorat narkoba Polda Sulsel.

Saat mengedarkan narkoba, Kijang bekerja bersama dengan dua orang anggota polisi semasing Brigadir SD, anggota Polsek Baranti di Sidrap, Sulsel serta Brigadir EC, anggota Polres Mamasa, Polda Sulbar. Ke-2 anggota Polri itu sekarang tengah melakukan hukuman di Rutan Kelas 2B, Pinrang.