Setiap Desa Di Bandung Akan Terima Motor Dinas Listrik

Setiap Desa Di Bandung Akan Terima Motor Dinas Listrik – Gubernur Jawa barat Ridwan Kamil barusan beli satu unit motor listrik seharga Rp 35 juta untuk kendaraan operasional dinasnya. Bahkan juga, gagasannya beberapa puluh unit motor ramah lingkungan itu akan bekerja di beberapa Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

Emil panggilannya menjelaskan PT Arindo Pratama sebagai produsen motor listrik itu dalam tempo dekat akan menghibahkan 60 unit produknya ke beberapa DKM. Kendaraan roda dua itu dapat dipakai untuk usaha DKM atau warga seputar.

“Bulan depan mereka (Arindo) akan menghibahkan minimum 60 unit motor listrik untuk DKM masjid supaya jadikan usaha di lingkungan warga di seputaran masjid,” kata Emil pada wartawan di Hotel Papandayan, Kota Bandung, Kamis (4/7/2019).

Menurut dia hibah itu sekaligus juga memperkenalkan motor listrik pada warga. Tidak dapat disangkal, beberapa waktu mendatangan daya terbarukan akan merubah BBM jadi penggerak kendaraan.

“Daya fosil dapat digeser ke daya terbarukan ditambah lagi listriknya hadir dari PLTA berikut siklus baru, peradaban baru. Semoga jika gubernurnya gunakan motor listrik, rakyatnya ikuti serta beban daya BBM dapat menyusut,” papar ia.

Dia memproyeksikan yang akan datang tiap desa di Jawa barat minimum punyai satu unit motor listrik sama. Gagasannya, dalam kepemimpinannya ada seputar 6.000 unit motor listrik yang bekerja di tiap desa.

“Di lima tahun semua desa minimum satu masjidnya mempunyai sarana itu. Jadi ia mendapatkan motornya gratis, dipakai kelak ia buat hasil ada beberapa buat pengendara motor beberapa DKM masjid jadi operator serta beberapa kembali pada yang punyai,” papar ia.

Dia menjelaskan PT Arindo Pratama memang akan menghasilkan massal motor listrik itu. Hingga, dia akan memberi dukungan pengembangan yang didatangkan itu dengan manfaatkan beberapa produk itu.

“Saya anggap ini revolusi ya idenya telah ada, yang tidak ada itu yang dapat memasalkan. Nah perusahaan ini saya junjung sebab telah dapat dibuktikan dapat menghasilkan massal, dapat dibuktikan yang saya pesan sesuai dengan,” sebut ia.

Menurut dia pengembangan motor listrik yang dibuat Arindo benar-benar fleksibel. Masalahnya pemakainya tidak kesusahan untuk isi daya baterei sebelum lakukan pengerahan dengan motor itu.

“Menariknya, dahulu saya pikirkan motor listrik harus ada seperti SPBU. Itu nyolok dimanapun, sepanjang ada colokan listrik. Ia punyai konverter mesinnya dicolok, jika yang konvensional baterei diangkat dicolok dengan satu langkah dalam tempat umum. Jika ini tidak, baterainya belum pernah diangkat tinggak dicolok seperti kita nyolok laptop,” jelas ia.

Cukup dengan isi daya sepanjang satu jam, motor listrik itu dapat tempuh jarak 80 km.. Tentu saja, hal tersebut benar-benar mendukung mobilitasnya untuk jarak-jarak tersendiri.

“Yang paling bagus tidak ada bunyi, jadi cocok diperempatan senang bingung ini mati atau hidup sebab kebiasannya mentalnya motor knalpot,” tutur Emil.