Target Sri Mulyani Tembus Urutan Ke 12 Di Dunia Terhadap Industri Otomatif Indonesia

Target Sri Mulyani Tembus Urutan Ke 12 Di Dunia Terhadap Industri Otomatif Indonesia  РKementerian Keuangan lakukan penyederhanaan ketentuan export kendaraan bermotor dalam kondisi utuh atau completely built up (CBU). Penyederhanaan ini tertuang dalam ketentuan Direktur Jenderal Bea serta Cukai Nomer PER-01/BC/2019 mengenai Tata Laksana Export Kendaraan Bermotor dalam Bentuk Jadi, yang diputuskan serta telah laku pada 1 Februari 2019.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengharap karenanya ada simplifikasi ketentuan ini jadi export kendaraan utuh Indonesia dapat berkompetisi dengan beberapa negara yang menghasilkan kendaraan. Ia membidik, industri kendaraan Indonesia dapat tempati posisi ke 12 dalam dunia.

“Ini akan mendukung kemauan Presiden supaya jadi Indonesia pengekspor mobil paling besar dalam dunia. Kita mengharap masuk ke rangking 12,” tutur Sri Mulyani di Kantor PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT), Jakarta, Selasa (12/2).

Sri Mulyani menjelaskan, tahun kemarin export kendaraan utuh Indonesia menuliskan kapasitas yang lumayan baik. Per harinya, Direktorat Bea serta Cukai mendata, sekitar 297.000 kendaraan sudah di export ke beberapa negara selama 2018.

“Kata Ditjen Bea Cukai dalam 1 bulan ada 25 kali export. Laporan keseluruhan export kita tahun kemarin lebih dari 297.000 kendaraan. Atau proprosinya semua cost export kita itu 64 % dibanding impornya yang alami penurunan 40 %,” tuturnya.

Bekas Direktur Pelaksana Bank Dunia itu memberikan, trend export serta import kendaraan bermotor Indonesia tunjukkan angka yang lebih baik dalam lima tahun paling akhir. Pada 2014, export terdaftar sebesar 51,57 % serta import sebesar 48,43 %.

Pada 2015, export sampai 55,40 % serta import sebesar 44,60 %. Setelah itu, pada 2016 export sebesar 61,40 % serta import sebesar 38,60 %. Pada 2017, export terdaftar sebesar 53,16 % serta import sebesar 46,84 %.