Tujuh Pasangan Mesum Terjaring Razia Satpol PP

Tujuh Pasangan Mesum Terjaring Razia Satpol PP – Sejumlah 7 pasangan muda-mudi tanpa ada surat nikah resmi terjaring razia Satpol PP di beberapa penginapan serta hotel melati di Kota Bukittinggi, Senin (24/7/2017) awal hari. Petugas hotel serta beberapa pasangan mesum ini disangka terkecoh oleh petugas Satpol PP yang merubah jadwal razia dari umumnya.

Kepala Satpol PP Bukittinggi Syafnir mengatakan, razia kesempatan ini berlainan dari jadwal razia umumnya. Terlebih dulu razia di gelar saat malam kamis, malam jumat, serta malam sabtu. Tetapi, kesempatan ini razia dirubah jadi malam senin untuk megecoh beberapa pegawai hotel serta pasangan mesum.

“Malam ini kami siasati lewat cara merubah jadwal dari umum untuk mengakali aktor-pelaku yang relatif lakukan perbuatan maksiat di Kota Bukittinggi, ” kata Syafnir.

Syafnir menerangkan, sebelumnya bermalam di kamar hotel beberapa pasangan ilegal umumnya bekerja sama juga dengan pegawai hotel untuk meyakinkan aman dari razia. Pegawai hotel juga memberikan keyakinan ke tamu tidak akan terjaring karna minggu malam tak ada razia.

Benar saja, petugas Satpol PP memperoleh tujuh pasangan mesum serta segera digelandang ke Kantor Satpol PP untuk diolah. Dari pendataan bukti diri ke-7 pasangan ini datang dari kota, diantaranya dari Pekanbaru, Solok, Agam, Nias, Padang, Jawa Tengah, serta Tembilahan (Propinsi Riau).

“Mereka ini dibawa ke kantor untuk diolah sesuai sama Perda Nomor 3/2015 mengenai Trantibum. Dalam perda ada namanya perbuatan zina atau mendekati zina, sanksinya dipakai cost penegakan proses perda sebesar Rp1 juta per orang, jika dapat dibuktikan telah lakukan perbuatan zina, ” tuturnya.