Yogjakarta Mempubyai Warisan Kekayaan Budaya

Yogjakarta Mempubyai Warisan Kekayaan Budaya – Kota Yogakarta diambil jadi arena pembuatan seni mural bertaraf internasional lewat program Lets Colour Wallas of Connection yang diinisiasi AkzoNobel, MasterPeace Indonesia dengan Institut Seni Indonesia (ISI) .

” Yogyakarta kami tentukan karna mempunyai warisan histori yang penting serta perlu untuk kekayaan budaya Indonesia, ” kata Presiden Direktur PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel) Jun de Dios waktu pembukaan acara itu di Yogyakarta, Rabu, 26/7.

Jun menyebutkan program ini mempunyai tujuan merevitalisasi kota-kota di semua dunia dengan goresan beberapa warna cat yang artistik. Program yang pertama di luncurkan di Rotterdam, Belanda, pada Maret 2017 ini mempunyai tujuan memberikan inspirasi serta berikan daya pada kota-kota di semua dunia serta buat kehidupan orang-orang tambah nyaman ditempati.

” Dengan kemampuan warna, kreatifitas serta keterlibatan beberapa ratus peserta, kami mengajak orang-orang Yogyakarta bersama merubah dinding jadi daya tarik orang-orang, ” kata dia.

Pembuatan seni mural yang melibatkan 500 mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta itu juga akan difokuskan di tiga ruang yaitu Jalan Beji, Pakualaman, daerah Sambilegi, serta Soboman, Kota Yogyakarta.

Pengecatan mural diatas dinding dengan luas keseluruhan menjangkau 750 mtr. itu mengangkat topik ” Bhinneka Tunggal Ika ” . ” Berbeda-beda Tunggal Ika diambil jadi topik mural karna adalah moto bangsa Indonesia serta melukiskan ciri unik Indonesia, ” kata Andreas Jonathan dari MasterPeace Indonesia.

Andreas yakini kemampuan seni mural dengan topik Berbeda-beda Tunggal Ika juga akan menggelorakan kembali semangat persatuan serta nasionalisme orang-orang Indonesia. Misi itu, menurutnya, relevan dengan keadaan Bangsa Indonesia sekarang ini yang tengah hadapi tantangan dalam menjaga keberagaman serta persatuan.

” Orang-orang tidak miliki kemampuan politik. Namun kita miliki tembok serta cat, hingga dengan kekuatan seni kita dapat turut memberi pesan pada orang-orang kalau kita miliki Bhinneka Tunggal Ika, ” kata dia.