Home / Uncategorized / Pulau Penyengat Menawarkan wisata Alam Yang Menarik

Pulau Penyengat Menawarkan wisata Alam Yang Menarik

Pulau Penyengat Menawarkan wisata Alam Yang Menarik – Cuaca pada Sabtu (14/1/2017) di Kota Tanjung Pinang, Pulau Bintan, Propinsi Kepulauan Riau, cukup cerah.

Sekitaran jam 09. 00 WIB telah terlihat aktivitas serta keramaian di dermaga penyeberangan menuju Pulau Penyengat, tak jauh dari Pelabuhan Sri Bintan Pura.

Warga umum memakai moda transportasi laut berbentuk kapal cepat atau speed boat dari Pelabuhan Sri Bintan Pura menuju Batam, Malaysia, atau Singapura.

Tetapi, dermaga di sampingnya yang lebih kecil spesial melayani penyeberangan dari serta menuju ke Pulau Penyengat.

Pertama kalinya mendengar kata Pulau Penyengat, terpikir narasi dibalik nama itu. Dulu, pulau itu kerap disinggahi pelaut dari beragam daerah. Mereka membawa air tawar dari sumur di pulau itu.

” Dahulu orang menamakan ini pulau persinggahan air tawar, lantaran tiap-tiap pelaut yang datang ke Kepulauan Riau ini, mereka ke Pulau Penyengat untuk memperoleh air bekal. Alhamdulillah air sumur di pulau ini dapat diminum, tak asin, ” kata Azis, penjaga makam keramat di Pulau Penyengat.
Satu saat, ada grup pelaut yang dikisahkan tidak mematuhi pantangan di pulau itu hingga mereka disengat lebah serta tawon hingga banyak yang wafat dunia. Dari sana, nama pulau populer dengan sebutan Pulau Penyengat lantaran pelaut yang disengat.

Tetapi, isi pulau itu tak sebatas air tawar dari sumur serta lebah. Kian lebih itu, ada histori Kerajaan Riau Lingga yang memphoto cikal akan budaya rumpun Melayu.

Pulau ini dikenal juga sebagai mas kawin satu diantara sultan Kerajaan Riau Lingga saat mempersunting seseorang permaisuri bernama Raja Hamidah atau Engku Puteri, yang makamnya ada juga di pulau itu.

Saat menginjakkan kaki di Pulau Penyengat, wisatawan bakal ditawari oleh satu becak motor yang dimodifikasi. Becak motor ini dipakai untuk mengantar berkeliling pulau.

Satu diantara tempat yg tidak bisa ketinggal untuk didatangi yaitu komplek makam pejabat Kerajaan Riau Lingga. Beberapa pejabat itu yaitu Raja Hamidah, Raja Ali Haji, Raja Ahmad, Raja Ja’far, juga Raja Haji Fisabilillah.
Azis bercerita, pahlawan Kerajaan Riau Lingga di komplek makam itu miliki peran tidak sama. Seperti Raja Haji Fisabilillah yang yaitu panglima perang waktu melawan Belanda, Raja Hamidah sebagai permaisuri yang miliki otoritas melantik sultan serta Raja Ali Haji pengarang Gurindam 12, cikal akan bhs Melayu serta bhs Indonesia.

” Raja Ali Haji pujangga, sastrawan. Apabila kembali kenang Sumpah Pemuda 1928, cikal akan Bhs Indonesia yang di ambil dari bhs Melayu, beliau Ayah Bhs Melayunya, ” papar Azis.

Didalam komplek makam, ada enam dinding diisi dua dari 12 pasal Gurindam 12. Wisatawan bisa membaca isi Gurindam 12 sembari berkeliling ruang didalam makam itu.

Gurindam 12 adalah himpunan pesan, nasehat mengenai hidup, pemerintahan, serta hal yang lain dari manusia hidup hingga wafat dunia.

Sejumlah 12 pasal dalam Gurindam 12 sebagai intisari dari Al Quran yang dipelajari Raja Ali Haji waktu menimba pengetahuan di Arab Saudi.
Terkecuali berkunjung ke komplek makam, wisatawan dapat lihat bangunan kebiasaan Melayu serta masjid yang terbuat dari putih telur.
Pada akhir minggu, wisatawan yang bertandang ke makam saja dapat meraih 2. 000 orang dari Indonesia, Malaysia, Singapura, serta Brunei Darusalam.

” Telah jadi asumsi umum bila ke Tanjung Pinang, telah ke tanah Melayu, ada yang kurang bila belum ke Pulau Penyengat, ” tutur Azis

About admin

Poker Online